Para Priyayi
Oleh Umar Kayam
(-) • 0 Terjual
Stok Tersedia
10%
Rp 103.500
Rp 115.000
Judul: Para Priyayi
Penulis: Umar Kayam
Harga: Rp 115.000
Penerbit: Cloudbook Publishing
Ukuran: 13 x 19 cm
Jumlah Halaman: 432 Halaman
Jenis Kertas: Bookpaper
Cover: Soft Cover
Sebuah Pencarian Makna Kehormatan di Tengah Pusaran Sejarah dan Budaya Jawa.
Sinopsis
Membicarakan sosok Soedarsono adalah membicarakan sebuah mimpi besar dari sudut desa terpencil. Sebagai anak seorang petani, ia membawa ambisi untuk memutus rantai kemiskinan dan membangun sebuah dinasti. Perjalanannya dimulai dengan langkah sederhana sebagai seorang guru desa, yang kemudian perlahan menapaki tangga birokrasi hingga ia dikenal sebagai "Sang Pemula"—sosok pilar yang berhasil mengangkat harkat keluarganya ke dalam tatanan kelas sosial yang lebih tinggi.
Namun, menjadi priyayi ternyata bukan sekadar tentang posisi yang nyaman. Sejarah datang membawa ujian yang tidak terelakkan. Melalui narasi yang hangat namun mendalam, Umar Kayam membawa kita melintasi waktu; mulai dari era kolonial Belanda, masa sulit pendudukan Jepang, hingga badai politik tahun 1965 yang mengguncang segalanya. Di sinilah trah Soedarsono diuji habis-habisan. Generasi penerusnya mulai terombang-ambing antara kemanjaan gaya hidup kelas menengah, terjebak dalam idealisme politik yang keras, hingga akhirnya tercerai-berai oleh perubahan zaman yang begitu cepat.
Di tengah memudarnya nilai-nilai lama, hadirlah Lantip. Sosok yang secara silsilah dianggap tidak "sah" karena lahir dari hubungan luar nikah kerabat jauh. Namun, melalui mata dan langkah kaki Lantip, kita justru akan menemukan jawaban paling jujur tentang hidup: bahwa menjadi mulia tidak butuh surat keputusan atau darah biru.
Highlight Story
1. Perjalanan Lintas Generasi: Mengikuti perkembangan satu keluarga besar dari akar pedesaan hingga dinamika perkotaan yang kompleks.
2. Potret Sejarah Indonesia: Gambaran autentik mengenai kehidupan masyarakat Jawa di bawah bayang-bayang peristiwa besar sejarah nasional.
3. Kritik Sosial yang Halus: Umar Kayam dengan piawai membedah struktur sosial dan pergeseran nilai moral dalam masyarakat.
4. Tokoh Lantip sebagai Simbol: Representasi keteguhan budi pekerti yang melampaui batas-batas status sosial formal.
Membaca "Para Priyayi" terasa seperti sedang mendengarkan penuturan orang tua di teras rumah saat sore hari; hangat, mengalir, namun meninggalkan perenungan yang mendalam. Buku ini bukan sekadar novel sejarah, melainkan sebuah cermin bagi kita untuk melihat kembali apa arti sebuah pengabdian dan integritas di tengah dunia yang terus berubah. Melalui kisah ini, kita akan menyadari bahwa kehormatan sejati selalu berakar pada kebaikan hati, bukan pada tingginya pangkat yang disandang.
Pesan di BOOKORA
Pastikan Anda memiliki mahakarya sastra Indonesia ini dalam versi original. Klik beli sekarang untuk mendapatkan buku "Para Priyayi" dengan layanan pengiriman yang aman dan terpercaya melalui BOOKORA. Selamat membaca dan menemukan makna baru dalam setiap lembarnya.
Penulis: Umar Kayam
Harga: Rp 115.000
Penerbit: Cloudbook Publishing
Ukuran: 13 x 19 cm
Jumlah Halaman: 432 Halaman
Jenis Kertas: Bookpaper
Cover: Soft Cover
Sebuah Pencarian Makna Kehormatan di Tengah Pusaran Sejarah dan Budaya Jawa.
Sinopsis
Membicarakan sosok Soedarsono adalah membicarakan sebuah mimpi besar dari sudut desa terpencil. Sebagai anak seorang petani, ia membawa ambisi untuk memutus rantai kemiskinan dan membangun sebuah dinasti. Perjalanannya dimulai dengan langkah sederhana sebagai seorang guru desa, yang kemudian perlahan menapaki tangga birokrasi hingga ia dikenal sebagai "Sang Pemula"—sosok pilar yang berhasil mengangkat harkat keluarganya ke dalam tatanan kelas sosial yang lebih tinggi.
Namun, menjadi priyayi ternyata bukan sekadar tentang posisi yang nyaman. Sejarah datang membawa ujian yang tidak terelakkan. Melalui narasi yang hangat namun mendalam, Umar Kayam membawa kita melintasi waktu; mulai dari era kolonial Belanda, masa sulit pendudukan Jepang, hingga badai politik tahun 1965 yang mengguncang segalanya. Di sinilah trah Soedarsono diuji habis-habisan. Generasi penerusnya mulai terombang-ambing antara kemanjaan gaya hidup kelas menengah, terjebak dalam idealisme politik yang keras, hingga akhirnya tercerai-berai oleh perubahan zaman yang begitu cepat.
Di tengah memudarnya nilai-nilai lama, hadirlah Lantip. Sosok yang secara silsilah dianggap tidak "sah" karena lahir dari hubungan luar nikah kerabat jauh. Namun, melalui mata dan langkah kaki Lantip, kita justru akan menemukan jawaban paling jujur tentang hidup: bahwa menjadi mulia tidak butuh surat keputusan atau darah biru.
Highlight Story
1. Perjalanan Lintas Generasi: Mengikuti perkembangan satu keluarga besar dari akar pedesaan hingga dinamika perkotaan yang kompleks.
2. Potret Sejarah Indonesia: Gambaran autentik mengenai kehidupan masyarakat Jawa di bawah bayang-bayang peristiwa besar sejarah nasional.
3. Kritik Sosial yang Halus: Umar Kayam dengan piawai membedah struktur sosial dan pergeseran nilai moral dalam masyarakat.
4. Tokoh Lantip sebagai Simbol: Representasi keteguhan budi pekerti yang melampaui batas-batas status sosial formal.
Membaca "Para Priyayi" terasa seperti sedang mendengarkan penuturan orang tua di teras rumah saat sore hari; hangat, mengalir, namun meninggalkan perenungan yang mendalam. Buku ini bukan sekadar novel sejarah, melainkan sebuah cermin bagi kita untuk melihat kembali apa arti sebuah pengabdian dan integritas di tengah dunia yang terus berubah. Melalui kisah ini, kita akan menyadari bahwa kehormatan sejati selalu berakar pada kebaikan hati, bukan pada tingginya pangkat yang disandang.
Pesan di BOOKORA
Pastikan Anda memiliki mahakarya sastra Indonesia ini dalam versi original. Klik beli sekarang untuk mendapatkan buku "Para Priyayi" dengan layanan pengiriman yang aman dan terpercaya melalui BOOKORA. Selamat membaca dan menemukan makna baru dalam setiap lembarnya.
Atur Pesanan & Pengiriman
|